Kamis, 26 Mei 2011

sedang berdukakah?


sedang bersedih, sedang sakit...
hadist2 berikut InsyaALLAH bisa membahagiakan kita... :)

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Aku tidak pernah melihat seorang pun yang paling banyak menanggung penderitaan daripada Rasulullah saw.. (Shahih Muslim No.4662)

Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
Aku masuk menemui Rasulullah saw. ketika beliau sedang menderita penyakit demam lalu aku mengusap beliau dengan tanganku dan berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya engkau benar-benar terjangkit demam yang sangat parah. Rasulullah saw. bersabda: Ya, sesungguhnya aku juga mengidap demam seperti yang dialami oleh dua orang di antara kamu. Aku berkata: Itu, karena engkau memperoleh dua pahala. Rasulullah saw. bersabda: Benar. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang tertimpa suatu penyakit dan lainnya kecuali Allah akan menghapus dengan penyakit tersebut kesalahan-kesalahannya seperti sebatang pohon yang merontokkan daunnya. (Shahih Muslim No.4663)

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang tertusuk duri atau tertimpa bencana yang lebih besar dari itu kecuali akan tercatat baginya dengan bencana itu satu peningkatan derajat serta akan dihapuskan dari dirinya satu dosa kesalahan. (Shahih Muslim No.4664)

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada satu kepedihan pun atau keletihan atau penyakit atau kesedihan sampai perasaan keluh-kesah yang menimpa seorang muslim kecuali akan dihapuskan dengan penderitaannya itu sebagian dari dosa kesalahannya. (Shahih Muslim No.4670)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Ketika turun ayat: Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu, kaum muslimin merasa sangat sedih sekali, lalu Rasulullah saw. bersabda: Janganlah kamu sekalian terlalu bersedih dan tetaplah berbuat kebaikan karena dalam setiap musibah yang menimpa seorang muslim terdapat penghapusan dosa bahkan dalam bencana kecil yang menimpanya atau karena sebuah duri yang menusuknya. (Shahih Muslim No.4671)

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Dari Atha bin Abu Rabah ia berkata: Ibnu Abbas ra. pernah berkata kepadaku: Maukah kamu aku perlihatkan seorang wanita penghuni surga? Aku menjawab: Mau. Ia berkata: Wanita berkulit hitam ini pernah mendatangi Nabi saw. dan berkata: Sesungguhnya aku menderita penyakit ayan dan auratku terbuka, maka mohonlah kepada Allah demi kesembuhanku. Nabi saw. bersabda: Kalau kamu mau bersabar, maka bagimu adalah surga. Dan kalau kamu mau sembuh, maka aku akan memohonkan kepada Allah semoga Dia menyembuhkan penyakitmu. Wanita itu berkata: Baiklah aku akan bersabar. Wanita itu berkata lagi: Sesungguhnya auratku selalu terbuka, maka mohonkanlah kepada Allah agar aku tidak terbuka aurat. Lalu Rasulullah berdoa untuknya. (Shahih Muslim No.4673)

Semoga kebahagiaan lahir bathin senantiasa dikaruniakanNYA kepada kita ummat Kanjeng Nabi saw... Aamiin
Allahumma shalli 'ala sayyidina wa maulana Muhammad wa'ala ali sayyidina wa maulana Muhammad... :)


Kisah Abu Bakr Ra dan Fathimah Ra.


Khalifah pertama Abu Bakr Asshiddiq Ra sangat mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sangat mencintai para ahlu bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Saat sebagian fitnah muncul yang mengatakan bahwa sayyidina Abu Bakr As Shiddiq itu tidak disukai atau telah menyakiti perasaan sayyidah Fathimah Az Zahra’ Ra,

Dijelaskan di dalam Fathul Bari Bisyarh Shahih Al Bukhari bahwa sayyidina Abu Bakr As Shiddiq setelah kejadian tanah fadak, menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mewariskan apa-apa, maka terdengar kabar bahwa sayyidah Fathimah tidak enak diri dengan perkataan Abu Bakr,

Maka datanglah sayyidina Abu Bakr ke rumah sayyidah Fathimah Az Zahra’ kemudian ia mengetuk pintu dan dibuka oleh sayyidina Ali bin Abi thalib suami sayyidah Fathimah dan berkata: “ ada apa wahai Khalifah?”, maka berkata sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra :” bisakah engkau izinkan aku untuk bertemu sayyidah Fathimah Az Zahra’ untuk meminta maaf jika aku mempunyai kesalahan atau barangkali aku telah menyinggung perasaannya”,

Maka sayyidina Ali datang kepada istrinya sayyidah Fathimah dan berkata:” wahai putri Rasulullah, apakah engkau izinkan Khalifah Abu Bakr untuk masuk, ia datang untuk meminta maaf “, maka sayyidah Fathimah berkata: “ jika engkau izinkan maka aku pun mengizinkan”, maka sayidina Abu Bakr As Shiddiq masuk dan beliau tidak keluar dari rumah Fathimah sebelum ia ridha dan memberi maaf atas sesuatu yang mungkin telah menyinggung perasaan sayyidah Fathimah.

Sayyidah Fathimah Rha wafat setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

(Kutipan Tausyiah Habib Munzir al Musawa)

Wassalam.


Ilmu Salam


Dalam bermuamalah, manusia tidak terlepas dari perilaku saling membalas, baik membalas kebaikan maupun membalas keburukan…
Salam yang disampaikan sesama kita seperti anjuran Kanjeng Nabi Muhammad saw pada dasarnya mengajarkan kepada kita beberapa ilmu berkaitan dengan bersosialisasi…
Simak Ilmu Salam yang dahsyat berikut…

1. Dalam Salam diajarkan untuk menghormati orang lain

Yang muda mendahului memberi salam kepada yang tua, yang lewat kepada yang duduk dan yang berjumlah sedikit kepada yang banyak. (HR. Bukhari)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Seorang pengendara hendaknya mengucapkan salam kepada pejalan kaki dan pejalan kaki mengucapkan salam kepada orang yang duduk dan jamaah yang beranggota lebih sedikit mengucapkan salam kepada jamaah yang beranggota lebih banyak. (Shahih Muslim No.4019)

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Rasulullah saw. pernah melewati anak-anak lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka. (Shahih Muslim No.4031)

2. Dalam Salam diajarkan untuk mendahului berbuat kebaikan

Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak mau menyapa) saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam. (Shahih Muslim No.4643)

3. Dalam Salam diajarkan adanya kewajiban membalas kebaikan

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa) 1. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (Sr An Nisaa 4: 86)
(1 Penghormatan dalam Islam ialah dengan mengucapkan Assalamu'alaikum, lihat Sr Yunus 10: 10; Sr Ibrahim 14: 23; dan Sr 33 Al Ahzab 44)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Ada lima kewajiban bagi seorang muslim terhadap saudaranya yang muslim; menjawab salam, mendoakan orang yang bersin, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit dan mengiring jenazah. (Shahih Muslim No.4022).

Walaupun kebaikan itu dilakukan oleh non muslim,

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Rasulullah saw. bersabda: Apabila Ahli Kitab mengucapkan salam kepadamu, maka jawablah: Wa`alaikum. (Shahih Muslim No.4024)

4. Dalam ajaran Salam dianjurkan untuk menambah balasan atas kebaikan orang lain

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (Sr An Nisaa 4: 86)

5. Dalam Ilmu Salam diajarkan untuk membalas kejahatan secara setimpal atau memaafkan

Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya orang Yahudi itu bila mengucapkan salam kepada kalian mereka mengucapkan: "Assaamu `alaikum" (kematian atas kalian), maka jawablah dengan: "Wa`alaka" (semoga menipa kamu). (Shahih Muslim No.4026)

Hadis riwayat Aisyah ra.:
Sekelompok orang Yahudi meminta izin untuk menemui Rasulullah saw. lalu mereka mengucapkan: "Assaamu `alaikum" (kematian atas kalian). Aisyah menyahut: "Bal `alaikumus saam" (sebaliknya semoga kalianlah yang mendapatkan kematian). Rasulullah saw. menegur: Hai Aisyah, Sesungguhnya Allah menyukai keramahan dalam segala hal. Aisyah berkata: Tidakkah engkau mendengar apa yang mereka ucapkan? Rasulullah saw. bersabda: Aku telah menjawab: "Wa `alakum" (semoga menimpa kalian). (Shahih Muslim No.4027)

Kanjeng Nabi Muhammad saw tidak menanggapi ejekan bangsa Yahudi, namun Aisyah ra merasa perlu untuk membalas, maka Beliau saw mengajarkan cara membalas kejahatan…

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. (Sr Asy Syuura 42: 40)

Betapa dahsyat Ilmu Salam yang diajarkan Kanjeng Nabi saw untuk mewujudkan keindahan dalam bersosialisasi… bandingkan dengan hal-hal anarkis yang sering kita lakukan…

Allahumma shalli ‘ala sayyidina wa maulana Muhammad wa ‘ala ali sayyidina wa maulana Muhammad…


beramal dengan yang ghaib?


Berbuat baik terhadap orang lain ternyata bukan hanya berkaitan dengan sesuatu yang tampak oleh mata...
Kehebatan ajaran Kanjeng Nabi Muhammad saw adalah bahwa kita juga diajarkan memulai berbuat baik dengan berbaga hal, termasuk dengan sesuatu yang tidak tampak oleh mata, tidak dapat didengar oleh telinga, dan dirasa oleh kulit...

Mari perhatikan hadist indah ini...
Ali Ra berkata, "Rasulullah Saw lewat ketika aku sedang mengucapkan do'a : "Ya Allah, rahmatilah aku". Lalu beliau menepuk pundakku seraya berkata, "Berdoalah juga untuk umum (kaum muslimin) dan jangan khusus untuk pribadi. Sesungguhnya perbedaan antara doa untuk umum dan khusus adalah seperti bedanya langit dan bumi." (HR. Ad-Dailami)

dalam berdoapun, Beliau saw mengajarkan agar kita tidak egois....
mari kita persering mendoakan bukan hanya orang tua kita, keluarga kita... namun juga jamaah sholat yang kita ikuti, jamaah pengajian yang kita hadiri, orang sakit yang kita jenguk, pengemis di pinggir jalan, orang kaya yang sombong... dsb dsb...

What a great lesson from Him...

Allahumma shalli 'ala sayyidina wa maulana Muhammad wa 'ala ali sayyidina wa maulana Muhammad...


Ringkasan Tausyiah Habibana Munzir, Senin, 18 April 2011


Kasih SayangKu melebihi KemurkaanKu
Senin, 18 April 2011


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابِهِ فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ إِنَّ رَحْمَتِي غَلَبَتْ غَضَبِي

(صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah SAW: “ketika Allah SWT selesai membangun Alam semesta, maka Dia SWT mencantumkan diatas Arsy: Sungguh Kasih SayangKu melebihi KemurkaanKu” (Shahih Bukhari)

Hadits yang telah kita baca tadi, menyebutkan bahwa di saat alam semesta selesai dibangun oleh Allah, maka Allah menuliskan di ‘arsy :

إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلُبْ غَضَبِي

“Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku.”

Kasih sayang Allah subhanahu wata’ala sangat besar, namun Allah juga mempunyai sifat murka, sebagaimana Allah menciptakan surga maka Allah juga menciptakan neraka. Sebagaimana yang tadi telah kita ketahui tentang sifat-sifat surga yang, apapun yang mereka inginkan dari makanan atau buah-buahan dengan rasa yang semakin lezat dan dari segala jenis dan bentuk. Dan dalam waktu yang sama dimana penduduk surga dalam kenikmatan, ketika itu ada orang-orang yang dalam kehinaan berada di neraka yang diberi minum dengan air yang sangat panas sehingga terpotong-potong ususnya dan hancurlah perut mereka. Surga dan neraka telah diciptakan dan keduanya masih menanti orang-orang yang akan lulus dalam ujian masuk ke dalam surga Allah, dan jawabannya ada pada kalimat ini :

إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبِي

“Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku.”

Rahmat Allah itu adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan kemurkaan Allah adalah iblis. Keduanya bagaikan barat dan timur, barangsiapa yang paling dekat ke arah barat, maka pastilah ia paling jauh dari arah timur, dan yang semakin mendekat kepada rahmat Allah maka ia akan semakin jauh dari murka Allah. Dan yang hadir di majelis ini sedang dalam keadaan yang didekatkan oleh Allah kepada rahmat-Nya dan jauh dari kemurkaan Allah subhanahu wata’ala. Rahmat Allah dimunculkan dengan adanya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dimana ucapan-ucapan beliau adalah rahmat Allah, tuntunan-tuntunan beliau adalah rahmat Allah, perbuatannya adalah rahmat Allah, siang dan malamnya adalah mutiara-mutiara rahmat Allah, gerak-gerik dan segala yang beliau perbuat dan disampaikan dan beliau ajarkan akan menjadi rahmat Allah bukanlah murka Allah, dan segala yang beliau larang adalah merupakan seruan iblis dan para pengikutnya akan menjadi kemurkaan Allah, maka timbangan ini hakikatnya tidak seimbang karena di satu sisi Allah mempunyai kemurkaan, dan pemimpin pada kemurkaan Allah adalah Iblis, Allah pun mempunyai kasih sayang yang pimpinannya adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan membawa para pengikutnya menuju kasih sayang Allah, namun Allah berfirman : “ Rahmat-Ku mengalahkan kemurkaanku”. Kekuatan kasih sayang Ilahi, pengampunan-Nya, kelembutan-Nya jauh lebih besar dari kemurkaan-Nya, bukan berarti Allah tidak bisa murka. Maka sungguh beruntunglah para pecinta sayyidina Muhamad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kita mempunyai cita-cita di dunia, namun kita juga harus mempunyai cita-cita di akhirat, jangan hanya cita-cita di dunia saja atau hanya akhirat saja. Semakin baik cita-citamu maka semakin baik pula Allah membalasnya. Banyak cita-cita mulia yang ingin terwujudkan misalnya cita-cita ingin makmur, cita-cita ingin membantu orang lain dan para fuqara’, cita-cita untuk membangun masjid atau majelis-majleis ta’lim dan lain sebagainya, hal-hal seperti itu sangat baik dan mulia. Dan teman-teman kita yang akan menghadapi ujian semoga diberi kelulusan dan kesuksesan, jika lulus namun tidak sukses lebih baik tidak lulus namun sukses, namun semoga semuanya diberi kelulusan dan kesuksesan, amin. Maka jangan merasa takut untuk menghadapi ujian, tenangkan hati dan perbanyak dzikir serta belajar dengan baik maka masa depanmu akan terjamin oleh yang memilikinya. Ingat masa depan kita ada yang memilikinya Dialah Allah subhanahu wata’ala, apakah masa depan kita akan baik dan cerah atau sebaliknya, dan Dia telah menjanjikan kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa jika muncul generasi orang-orang yang baik di akhir zaman maka di saat itulah akan muncul kemakmuran.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Ketahuailah bahwa keluasan duniawi tiadalah layak dan baik kecuali dicita-citakan untuk hal yang baik maka hal itu akan menjadi baik. Diriwayatkan dalam kitab Qabasunnuur Al Mubin yang ditulis oleh guru mulia Al Hafizh Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafizh, ringkasan dari Rub’u Al Muhlikaat Ihyaa’ Ulumuddin oleh Al Imam Ghazali, bahwa sayyidah Zainab binti Jahsy, istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam suatu hari diberi hadiah oleh sayyidina Umar bin Khattab RA, berupa hadiah uang yang banyak, maka setelah ditanya oleh sayyidah Zainab, beliau ( sayyidina Umar )menjawab : “ini adalah hadiah untukmu wahai istri rasulullah”, maka ia pun membagi-bagikannya kepada keluarganya, tetangganya dan orang-orang terdekatnya kemudian mengangkat kedua tangannya dan berdoa : “Wahai Allah jangan jadikan setelah hadiah ini ada hadiah lagi untukku, sehingga nafkahku berasal dari hadiah orang lain”, akhirnya dialah orang pertama yang yang wafat menyusul Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setelah putrinya sayyidatuna Fathimah Az Zahra.

Demikian keadaaan yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala, namun tidak sedikit dari para sahabat yang dilimpahi kenikmatan dan keluasan di dunia, seperti sayyidina Abdurrahamn bin ‘Auf RA, sayyidina Utsman bin Affan RA, dan banyak lagi para sahabat yang lainnya dan mereka adalah orang-orang yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Allah Swt melihat jiwa kita akan apa yang kita niatkan dalam kehidupan yang sementara ini, jika kita ingin hidup mudah di dunia supaya mudah pula ketika di barzakh maka hal itu sangatlah baik, maka semua aktivitas dari pekerjaan, sekolah dan rumah tangga jalanilah dengan sebaik-baiknya dengan niat yang luhur karena ada Yang Maha Mengatur masa depanmu, masa depanmu adalah milik-Nya, masa depanmu diatur oleh-Nya, dan tidak akan pernah lepas dari pengaturan-Nya, baik itu masa depan di dunia maupun masa depan di akhirah.

Rahasia kemakmuran itu telah disiapkan di tangan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam :

أُتِيْتُ بِمَفَاتِيْحِ خَزَائِنِ اْلأَرْضِ حَتَّى وُضِعَتْ فِيْ يَدِيْ

" aku diberi seluruh kunci-kunci perbendaharaan bumi hingga ditaruhkan ditanganku".

Maksudnya segala bentuk pertanian kah, perternakan dan lain sebagainya yang sifatnya berhubungan dengan bumi, dengan mengandalkan hujan atau cuaca, hewan dan tumbuhan, kesemua itu juga telah Allah berikan kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan Abu Hurairah berkata : “ setelah Rasulullah wafat, kalian lah yang akan mendapatkannya”, warisan dari nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bukanlah berupa harta tetapi berupa kunci-kunci kesuksesan bumi. Maka ambillah kunci kesuksesan bumi itu, yang dengan itu kita akan terbawa kepada kesuksesan dunia dan akhirah. Oleh sebab itu, perbaikilah kehidupan kita, Alqur’an jangan dilupakan, dan teruslah berdzikir dan tetaplah semangat karena kita tau kapan usia kita akan berakhir.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Kita bermunajat bersama memanggil nama Allah, semoga Allah memperbaiki keadaan kita untuk semakin indah dan mulia, semakin tenang, semakin suci dan sejuk, dan semakin diberi kemudahan dan dijauhkan dari kesulitan dan disingkirkan dari musibah, dan Engkau Maha Mampu menggantikan musibah itu dengan rahmah… Amiin Allahumma Amiin.

Wassalamu'alaikum.


Gambaran Surga Yang Sebenarnya


Oleh : Pahrudin HM, M.A.

Siapa pun tentu menginginkan surga. Ya, surga adalah ganjaran atau imbalan bagi siapa saja yang melakukan kebaikan-kebaikan selama hidupnya di dunia. Berbeda dengan surga yang berkaitan dengan kebaikan, maka apa yang diperoleh oleh para pelaku kejelekan dan keburukan selama menjalani kehidupannya di dunia adalah neraka. Jika surga dipenuhi dengan beragam kenikmatan dan kesenangan yang akan dirasakan oleh para penghuninya, maka sebaliknya neraka menjadi tempat yang disediakan di dalam beraneka ragam siksaan dan kesengsaraan.

Hampir semua agama yang menjadi anutan setiap insan di muka bumi ini mengajarkan surga sebagai ganjaran para pelaku kebaikan selama hidupnya. Dalam agama yang lahir dan tumbuh di India, Hindu, dikenal dengan ajaran Nirwana. Tempat yang dikatakan berada di suatu tempat yang tinggi tersebut merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang melakukan kebaikan selama hidupnya. Tidak mengherankan jika setiap pemeluk Hindu dengan beragam sektenya sangat menginginkan Nirwana jika kelak menghadap sang pencipta. Popularitas ajaran Nirwana ternyata tidak hanya terbatas pada para pemeluknya yang setiap hari berkutat dengan ajaran-ajaran yang dipersiapkan untuk menuju ke sana, tetapi sebuah kelompok band Barat bahkan menggunakannya sebagai nama, yaitu Nirvana.

Seperti halnya Hindu yang merepresentasikan agama ardhi atau agama bumi, Islam sebagai salah satu agama yang digolongkan sebagai agama samawi atau agama langit juga mengenal surga. Seperti halnya Nirwana yang diyakini para pemeluk Hindu sebagai tempat yang dipenuhi kenikmatan, dalam Islam surga (jannah) juga merupakan tempat para pelaku kebaikan (orang-orang saleh) menerima imbalan dari perbuatan-perbuatannya selama hidup di dunia.

Namun demikian, apa sesungguhnya yang dinamakan surga menurut Islam dan bagaimanakah gambarannya?…

Dalam al-Qur’an yang menjadi sumber utama segala ajaran Islam di samping al-Hadis, surga digambarkan dalam beberapa ayatnya. Beberapa ayat mengetengahkan gambaran surga secara global, seperti bahwa surga itu tempat yang dipenuhi segala kenikmatan, akan tetapi beberapa ayat yang lain mengetengahkan potret surga secara cukup mendetail. Salah satu ayat al-Qur’an yang menggambarkan surga secara cukup mendetail adalah ayat : “Tajri min tahtihal anhar” yang kalau diterjemahkan menjadi “di bawahnya mengalir sungai-sungai”. Inilah salah satu gambaran surga yang ditengahkan al-Qur’an sebagai potret yang dapat dipahami oleh para muslim.

Namun demikian, apakah surga memang benar-benar seperti gambaran yang salah satunya diperlihatkan di atas?. Pertanyaan ini mungkin pernah mengemuka dari mulut orang yang mencermati beragam gambaran dalam al-Qur’an. Menurut penulis, gambaran surga seperti di atas tidak serta merta seperti itu. Hal ini karena sebagaimana diketahui bahwa bangsa Arab sebagai kelompok pertama yang menerima al-Qur’an yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW tinggal dan hidup di padang pasir. Tempat tinggal bangsa Arab memang dikenal sebagai salah satu tempat terekstrim di dunia, dipenuhi padang pasir nan tandus sejauh mata memandang dan hujan merupakan sesuatu yang langka di wilayah ini. Dengan kondisi seperti ini, maka air menjadi sesuatu yang asing dan sangat diharapkan serta sangat berharga oleh bangsa Arab. Dalam sejarah bahkan selalu dicatat bahwa seringkali terjadi perselisihan yang berujung pada peperangan di antara suku-suku Arab hanya untuk memperebutkan mata air (wadi). Tidak mengherankan jika pertumbuhan penduduk yang mendiami perkampungan-perkampungan di jazirah Arab berada di sekitar sumber air. Contohnya adalah kota Mekkah yang sangat bersejarah dalam perjuangan Islam yang berada ada di dalamnya sumber mata air yang tak pernah kering sejak kemunculannya pertama kali di saat kelahiran Nabi Ismail, yaitu sumur Zamzam.

Bandingkan dengan wilayah-wilayah yang dikenal sebagai kawasan tropis, seperti Indonesia. Curah hujan yang tinggi setiap tahunnya membuat masyarakatnya tidak terlalu menganggap air sebagai sesuatu yang sangat berharga layaknya di kawasan Arab. Sungai-sungai yang terdiri dari sungai besar seperti Sungai Musi dan Sungai Batanghari dan beragam sungai kecil sepanjang tahun mengalirkan airnya untuk dimanfaatkan oleh para penduduknya. Sungai juga menjadi tempat beraktivitas untuk melakukan beragam keperluan sehari-hari oleh para penduduk Indonesia seperti yang ada di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Dengan demikian, air bukanlah menjadi sesuatu yang langka dan sangat berharga bagi masyarakat tropis layaknya di kawasan Arab karena kesehariannya bersentuhan dengan sungai.

Apakah dengan demikian gambaran surga sebagaimana yang diperlihatkan al-Qur’an menjadi tidak relevan dan hanya berlaku bagi orang-orang Arab saja?. Tentu tidak demikian. Surga itu memiliki sifatnya tersendiri, yaitu sesuatu yang sangat menarik sehingga membuat orang sangat berkeinginan untuk mendapatkannya. Dalam konteks masyarakat Arab saat itu, air menjadi sesuatu yang sangat berharga apalagi air yang mengalir besar layaknya sungai yang biasa kita temui di Indonesia. Karena itulah, gambaran surga yang dihadirkan oleh Allah di antaranya adalah mengenai sungai-sungai yang mengalirkan banyak air di dalamnya. Dengan demikian, tidak lantas menganggap bahwa gambaran surga yang diperlihatkan al-Qur’an bukanlah sesuatu yang menarik karena sudah biasa ditemui dalam kehidupan keseharian kita. Sebagaimana dalam hadis disebutkan bahwa surga itu sebenarnya tidak akan dapat dibayangkan oleh manusia kenikmatan dan kesenangan yang ada di dalamnya. Wala ‘ainun ra at, wala udzunun sami’at, wala khatharat fi qalbil basyar. Surga itu tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah tergambarkan dalam pikiran manusia. Itulah gambaran surga yang sebenarnya. Gambaran-gambaran yang ada dalam al-Qur’an dan Hadis sebagaimana yang salah satunya tampak di atas hanyalah sebagai perangsang dan pemancing manusia beriman untuk senantiasa mengabdikan hidupnya untuk kebaikan dan kebaikan. Amin. Allahumma adkhilnal jannatakan na’im.

Kalau sekiranya al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW diturunkan di Indonesia, apakah gambaran surga yang diketengahkan oleh Allah SWT?….


Minggu, 15 Mei 2011

Alur Pasar Permintaan dan Penawaran


TUGAS 1

PT. KONVEKSI JAYA




1.Kegiatan Ekonomi Dua Sektor
Kegiatan ekonomi dua sektor hanya melibatkan dua pelaku ekonomi, yaitu rumah tangga dan perusahaan.

a.Corak Kegiatan Ekonomi Subsistem

Dalam corak kegiatan ekonomi subsistem penerima-penerima pendapatan, dalam hal ini rumah tangga, tidak menabung, dan para pengusaha tidak menanam modal. Dalam masyarakat yang seperti ini aliran pendapatannya adalah seperti yang tampak pada Gambar berikut :

Dalam kegiatan ekonomi seperti ini sekiranya sektor produksi menggunakan seluruh faktor produksi yang ada dalam perekonomian, pengeluaran sektor rumah tangga akan sama dengan nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian. Ini adalah gambaran yang sangat sederhana yang terjadi pada suatu perekonomian, di mana kegiatan perdagangan pada umumnya masih menggunakan cara barter.



b.Corak Perekonomian Modern

Dalam perekonomian yang lebih maju, penerima-penerima pendapatan akan menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk ditabung. Tabungan ini akan dipinjamkan kepada pengusaha yang akan menggunakannya untuk investasi, yaitu melakukan pembelian barang-barang modal.



2.Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor

Dalam kegiatan ekonomi tiga sektor, pelaku-pelaku ekonomi yang terlibat selain dari rumah tangga dan perusahaan, diperlihatkan juga peranan dan pengaruh pemerintah atas kegiatan perekonomian.


Pengikut

Video Streaming

 

ramamuare Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha