Minggu, 15 Mei 2011

Alur Pasar Permintaan dan Penawaran


TUGAS 1

PT. KONVEKSI JAYA




1.Kegiatan Ekonomi Dua Sektor
Kegiatan ekonomi dua sektor hanya melibatkan dua pelaku ekonomi, yaitu rumah tangga dan perusahaan.

a.Corak Kegiatan Ekonomi Subsistem

Dalam corak kegiatan ekonomi subsistem penerima-penerima pendapatan, dalam hal ini rumah tangga, tidak menabung, dan para pengusaha tidak menanam modal. Dalam masyarakat yang seperti ini aliran pendapatannya adalah seperti yang tampak pada Gambar berikut :

Dalam kegiatan ekonomi seperti ini sekiranya sektor produksi menggunakan seluruh faktor produksi yang ada dalam perekonomian, pengeluaran sektor rumah tangga akan sama dengan nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian. Ini adalah gambaran yang sangat sederhana yang terjadi pada suatu perekonomian, di mana kegiatan perdagangan pada umumnya masih menggunakan cara barter.



b.Corak Perekonomian Modern

Dalam perekonomian yang lebih maju, penerima-penerima pendapatan akan menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk ditabung. Tabungan ini akan dipinjamkan kepada pengusaha yang akan menggunakannya untuk investasi, yaitu melakukan pembelian barang-barang modal.



2.Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor

Dalam kegiatan ekonomi tiga sektor, pelaku-pelaku ekonomi yang terlibat selain dari rumah tangga dan perusahaan, diperlihatkan juga peranan dan pengaruh pemerintah atas kegiatan perekonomian.


Senin, 28 Maret 2011

Hadiah di Bulan Rabi’ul dari Pewaris Nabi (Al ‘Allamah Al Hafidz Al Habib Umar bin Hafidz)


Al Murobbi

Allahumma Sholli wasallim 'ala Sayyidina Muhammadin nashirilmanshur, Sholatan tanshurunaa biha bima nashorta bihirrusuli, wa tahfazunaa biha bima hafizhta bihadzdzikri, Wa 'Ala Alihi wa Shohbihi.

'Adadama 'alimta wa zinata ma 'alimta wa mil a ma 'alimta, wa 'ala jami'al anbiya wal mursalina, kullama dzakaroka wa dzakarohudz dzikruna, wa ghofala 'andzikrika wa dzakirihi al ghofiluun. (1x)

*) Fabijaa hihi sholla Allahu 'alaihi wa sallama nastanshurullah, nastahfazhuhu nastauda'uhu (7x)

Ya Allah limpahkanlah Shalawat & Salam atas Sayyidina Muhammad saw, Nabi yang membela dan dibela. Shalawat yang akan membela kami, seperti pembelaanMu terhadap para Rasul. Shalawat yang menjaga kami, seperti penjagaanMu terhadap dzikirMu. Juga Shalawat atas Keluarga dan Para Sahabat Nabi, Sebanyak apa-apa yang Engkau ketahui, perhiasan yang engkau ketahui, dan memenuhi segala hal yang Engkau ketahui. Juga atas sekalian Para Nabi dan Rasul, setiap disebut dzikirMu dan dzikirnya orang-orang yang berdzikir, dan setiap lalainya dari dzikirMu & dzikirnya orang-orang yang lalai berdzikir. (1x)

* (Maka dengan kemuliaan Nabi Muhammad saw, kami memohon pertolongan Allah, dan kami meminta Penjagaan serta PemeliharaanNya) 7x


"PELAN,HALUS,DAN TANPA DISADARI"


Seorang wanita berjilbab rapi tampak sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Sang guru berkata, “Saya punya permainan…

Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur.!”, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus!”

Murid-munidnya pun mengerti dan mengikuti. Sang guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah “Penghapus !” , jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur!”.

Dan dijalankanlah adegan seperti tadi, tantu saja munid-munid kerepotan dan kelabakan, dan sangat sulit untuk merubahnya. Namun lambat laun, mereka bisa beradaptasi dan tidak lagi sulit. Selang beberapa saat, permainan berhenti Sang guru tersenyum kepada murid-munidnya.

“Anak-anak, begituah kita ummat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita lewat berbagai cara, untuk membalik sesuatu, dan yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sulit bagi kita menenima hal tersebut, tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat pun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik nilai”.

“Pacaran tidak lagi sesuatu yang tabu, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian mini menjadi hal yang lumrah, sex before married menjadi suatu hiburan, berjilbab tapi telanjang jadi mode, materialistis dan permissive kini menjadi suatu gaya hidup pilihan,dan lain lain.”

“Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadani, kallan sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?” tanya bu Guru kepada murid-munidnya. “Paham buu…”

“Baik permainan kedua…”

Begitu Bu Guru melanjutkan. “Bu Guru punya Quran, Ibu letakkan di tengah karpet. Nah, sekarang kalian berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada di tengah tanpa menginjak karpet?”

Murid-muridnya berpikir keras. Ada yang punya alternatif dengan tongkat, dan lain-lain. Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, ia gulung karpetnya, dan ambil Qur’annya. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet.

“Anak-anak, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. . Musuh-musuh islam tidak akan menginjak-injak kalian dengan terang-terangan. .

Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Preman pun tak akan rela kalau
Islam dihina di hadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar.”

“Jika seseorang ingin membangun rumah yang kuat, maka dibangunnyalah pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau membongkar pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, lemari disingkirkan dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan” .

“Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang-terangan, tapi I a akan perlahan-lahan mencopot kalian. Mulai dan perangai kalian, cara hidup kalian, model pakaian kalian, dan lain-lain, sehingga meskipun kalian muslim, tapi kalian telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yg mereka… Dan

itulah yang mereka inginkan.”

“Ini semua adalah fenomena Perang Pemikiran (Ghazwu al-Fikr). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kalian… Paham ànak-anak?” “Paham buu"

“Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Islam, Bu?” tanya mereka.

“Sesungguhnya dahulu mereka terang-terangan menyerang, semisal Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi.”

“Begitulah Islam… Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya ambruk. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar.”

Paham anak-anak?” “Paham Buu..”

“Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang…”

Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.


kasih sayang Illahi


Kalam Al-Habib Umar bin Muhammad Bin Hafidz


Ada suatu kisah tentang seorang laki-laki yang sering berbuat dosa dari Bani Israel. Suatu hari, pada salah satu perjalanannya, tak disangka-sangka bertemu dengan seorang ahli ibadah di padang pasir. Ia melihat orang ahli ibadah ini berbaring pada pinggangnya diatas tanah. Lalu ia melihat padanya dan menyadari bahwa orang ini berbaring pada bahunya karena dia kehausan. Kemudian ia bilang pada dirinya sendiri,


“Apa yang harus saya lakukan?. Apakah sebaiknya aku memberinya air?. Jika aku meneruskan perjalanan di padang pasir dan aku kehabisan air, maka aku akan mati. Apakah aku akan membiarkan orang ini menerima nasibnya (mati)?”


Dia berpikir bahwa jika dia membiarkan orang tadi menerima nasibnya, maka Allah tidak akan memaafkannya karena ia seorang yang sering berbuat dosa. Dia mendekati orang itu dan memberikan kepadanya sebagian airnya yang tadinya ia sangat inginkan. Orang tersebut lalu meminum air itu dan kemudian tenaganya pulih sehingga bisa duduk. Dia lalu meneruskan perjalanan kembali.


Pada hari akhir nanti, orang yang berdosa itu akan datang dan para malaikat penyiksa akan menyeretnya dan melemparkannya ke api neraka. Ketika mereka menyeretnya menuju api neraka, dia melihat orang yang ahli ibadah itu dan berkata,


“Apakah kau ingat denganku?. Aku orang laki-laki yang pernah memberimu air saat kau kehausan di padang pasir dan hampir saja mati?”


Orang yang ahli ibadah itu kemudian menghadap kepada Allah dan berkata,


“Ya Allah, orang ini dulu pernah lebih mencintaiku daripada dirinya sendiri, maka biarkan aku menjadi perantara buatnya.”


Allah Ta’ala berkata kepadanya,

“Silakan menjadi perantara buat dirinya.”

Lalu orang itu menjadi perantara buatnya. Allah berkata kepadanya,

“Raihlah dia dengan tanganmu dan bawalah ia ke surga bersamamu.”

Jadi, ini adalah faedah dari kecintaan Allah kepada salah seorang hambaNya untuk seseorang yang berbuat baik pada dirinya di masa hidupnya.


Minggu, 27 Maret 2011

Dzikir Subhanallah


Assalamu'alaikum..

Dari Ummul mu'minin yaitu Juwairiyah binti al-Harits radhiallahu 'anha bahwasanya Nabi s.a.w. keluar dari rumahnya pada pagi hari ketika bersembahyang Subuh. Waktu itu Juwairiyah ada di dalam masjidnya. Kemudian beliau s.a.w. kembali setelah melakukan shalat Dhuha, sedangkan Juwairiyah duduk. Kemudian beliau s.a.w. bersabda: "Engkau masih tetap dalam keadaan di waktu tadi saya tinggalkan." Juwairiyah menjawab: "Ya." Nabi s.a.w. lalu bersabda: "Saya telah mengucapkan setelah meninggalkan engkau tadi empat macam kalimat, sebanyak tiga kali, andaikata kalimat-kalimat itu ditimbang dengan kalimat-kalimat yang engkau ucapkan sejak hari ini tadi, niscaya kalimat-kalimat yang saya ucapkan itu menang daripada yang engkau ucapkan. Kalimat-kalimat itu ialah: "Subhanallah wa bihamdihi 'adada khalqihi wa ridba nafsihi wa zinata 'arsyihi wa midada kaiimatibi - Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya, sebanyak hitungan makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan ZatNya, seberat timbangan 'arasyNya dan sepanjang beberapa kalimatNya." (Riwayat Muslim)

Dalam riwayat Imam Muslim lainnya disebutkan: Subhanallah 'adada khalqihi. Subhanalfah ridha nafsihi. Subhanallah zinata 'arsyihi. Subbanallah midada kalimatihi."

Dalam riwayat Imam Termidzi disebutkan: Nabi s.a.w. bersabda: "Tidakkah engkau suka kalau saya ajari beberapa kalimat yang baik engkau membacanya, yaitu: Subhanallah 'adada khalqihi, tiga kali; Subhanallah ridha nafsihi, tiga kali; Subhanatlah zinata 'arsyihi, tiga kali; Subhanallah midada kalimatihi, tiga kali."

Wassalam.


Kisah Barirah Rha


Assalamu'alaikum.

Orang yang paling indah budi pekertinya, nabiyyuna Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari ketika beliau shallallahu 'alaihi wasallam diundang makan oleh seorang wanita, budak afrika yang bernama Barirah Ra. Barirah sangat ingin mengundang Rasulullah tetapi tidak pernah berani mengundangnya, karena tidak mempunyai hidangan yang semestinya untuk menyambut Rasulullah, dia termasuk fuqara' yang tidak memiliki apa-apa.

Maka suatu hari ia mendapatkan shadaqah berupa syurbah lahmiyyah (bubur daging) yang mana merupakan makanan golongan menengah ke atas di masa itu, dan orang seperti Barirah dalam hidupnya belum pernah mencicipi makanan itu, maka ia disedekahi makanan itu dan sebelum ia mencicipinya ia teringat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan ingin mengundang Rasulullah karena ia mempunyai makanan itu, ia pun mengundang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Rasulullah jika diundang oleh fuqara' beliau cepat datang, demikian indahnya budi pekerti sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Maka Rasul datang ke rumah Barirah Ra, dan Barirah pun langsung menghidangkan syurbah lahmiyyah itu,

Dan ketika Rasulullah akan menyentuhnya, seorang sahabat berkata: "Wahai Rasulullah, ini adalah makanan shadaqah yang diberikan kepada Barirah, sedangkan engkau diharamkan memakan shadaqah wahai Rasulullah", maka menunduk malu lah Barirah dan meneteskan air mata, hancur perasaannya karena dia tidak ingat bahwa Rasulullah tidak boleh memakan makanan shadaqah, maka ia menangis malu karena telah menghidangkan makanan yang diharamakan untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Namun Rasulullah adalah orang yang paling baik dan paling santun, maka beliau berkata: "makanan ini adalah shadaqah untuk Barirah dan sudah menjadi milik Barirah, dan Barirah tidak menshadaqahkannya kepadaku tetapi memberikannya kepadaku sebagai hadiah, maka aku boleh memakannya". Rasul pun mengambilnya kemudian memakannya, maka tersenyum cerahlah wajah Barirah Ra. Demikian indahnya akhlak sayyidina Muhammad shallahu 'alaihi wasallam.

Wassalam.


Saya BAHAGIA


Banyak orang berkata, bahwa bila ia mendapatkan seseorang yang sempurna, berkecukupan dan diridhoi oleh semua orang pasti ia akan bahagia…

Setujukah Anda, bahwa bila yang kita miliki sudah sempurna dan cukup bahkan diridhoi… itu akan membuat kita bahagia?

Dan hal itu bukan sekedar berandai-andai karena ALHAMDULILLAH kita telah memilikinya… seperti yang telah diwahyukan kepada Kanjeng Nabi Muhammad saw…

“Pada hari ini telah KU-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah KU-cukupkan kepadamu nikmat-KU, dan telah KU-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Sr AL Maa`idah 5: 3)

Bisa dibayangkan saat surat tersebut turun di haji wada`…
Beliau saw pasti merasakan kesedihan yang mendalam.... para sahabat pun merasakan semua bulu meremang, dan mata berlinang... semua menyadari bahwa ajaran telah sempurna diberikan...
maka artinya saat-saat perpisahan Nabi saw dengan umat yang dicintainya, antara para sahabat dengan dengan Nabi saw yang sangat dicintai akan terjadi dalam waktu yang sudah dekat...
dibalik kesempurnaan, kecukupan dan ridho ALLAH atas agama Islam telah sempurna... semua sedih... semua berduka...

Kini... kita telah menjadi umat beliau, tidak ada diperlukan ajaran tambahan lagi... semua telah sempurna, cukup dan diridhoiNYA...
Maka bisakah kita katakan... `Saya bahagia di dalam ISLAM?`
Bukan hanya sekedar mengatakan, bahwa kita bahagia dengan materi yang kita miliki, istri/suami yang kita miliki, anak yang kita miliki... dsb...

Mari sama-sama belajar tuk menikmati keindahan Islam sebagaimana Kanjeng Nabi saw mengajarkan keindahan berumahtangga, bertetangga, bernegara... juga menikmati keindahan sholat, sedekah, berpuasa dan ibadah lainnya...

Barokallah... Barokallah...

Allahumma shalli `ala sayyidina wa maulana Muhammad wa`ala ali sayyidina wa maulana Muhammad....

NB: Bila ada kebaikan dalam tulisan ini, sebarkanlah... bila ada kealpaan maka semoga ALLAH mengampuni saya...


Pengikut

Video Streaming

 

ramamuare Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha